Postingan

Menampilkan postingan dari Mei, 2023

Pencemaran Logam Berat : Kadmium (Cd)

 Sumber dan Dampak Pencemaran Logam Cadmium Terhadap Lingkungan dan Sekitarnya Artikel ini ditulis oleh : Wisnu Aditya Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu Pendahuluan           Lingkungan laut, khususnya wilayah pesisir telah mengalami ancaman dari aktivitas manusi secara langsung dan secara tidak langsung di wilayah hulu. Over Exploitasi telah menyebabkan kerusakan beberapa ekosistem pesisir seperti ekosistem padang lamun dengan indikator kelangkaan beberapa biota laut seperti ikan, moluska, sea urchin dan teripang yang berasosiasi dengan lamun di perairan pesisir Lombok Timur (Syukur et al., 2016). Ancaman lain terhadap keberlanjutan lingkungan laut, khususnya di wilayah pesisir adalah masalah pencemaran. Di teluk Bima juga ditemukan adanya kontaminasi logam berat, ini ditunjukkan oleh hasil penelitian (Khairuddin et al., 2016) yang menemukan logam berat Kadmium (Cd), Air Raksa (Hg) dan Timbal (Pb) dalam jaringan bivalvia yang diambil dari s...

Eksplorasi Penyu

 Eksplorasi Menakjubkan dalam Dunia Penyu: Keajaiban dan Ancaman Artikel ini ditulis oleh     : Wisnu Aditya Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu Pendahuluan      Penyu adalah hewan laut yang keberadaannya semakin terancam karena jumlah populasi yang semakin menurun. Ada 7 jenis penyu di dunia, 6 diantaranya hidup di perairan Indonesia. Penyu merupakan hewan akuatik konservatif yang keberadaannya dilindungi karena jumlah populasi semakin menurun. Penelitian tentang penyu dapat dilakukan dalam berbagai aspek, seperti kesehatan, lingkungan hidup, dan konservasi (Bahri et al., 2022). Sayangnya, penyu masih dieksploitasi oleh manusia, meskipun mereka dilindungi oleh pemerintah. Penting untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya melindungi penyu dan habitatnya, terutama karena beberapa spesies penyu termasuk dalam kategori rentan atau terancam punah (Salim, 2019).      Penyu memiliki beberapa manfaat bagi ekosistem lau...

Eksplorasi Anggur Laut, Sebagai Upaya Pemanfaatan Sumberdaya Pesisir

 Anggur Laut ( Caulerpa recemosa ), Pengeksplorasian Untuk Menemukan Pemanfaatan yang Optimal Ditulis Oleh     : Wisnu Aditya Mahasiswa Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bengkulu Pendahuluan Rumput laut adalah sumber daya hayati yang telah dimanfaatkan masyarakat Indonesia sebagai mata pencaharian. Rumput laut merupakan tumbuhan tingkat rendah yang perawakannya relatif sulit dibedakan antar akar, batang dan daunnya. Keseluruhan tubuhnya disebut dengan talus. Rumput laut kaya akan serat, vitamin, dan mineral serta merupakan sumber antioksidan alami yang mudah didapat dan tersedia dalam jumlah cukup melimpah di alam (Ridhowati dan Asnani, 2016). Anggur laut, juga dikenal sebagai anggur laut atau kaviar hijau, adalah jenis rumput laut yang dapat dimakan yang biasa dikonsumsi dalam bentuk segar atau olahan. Salah satu karakteristiknya adalah sangat mudah rusak dan memiliki umur simpan yang pendek. Untuk mengatasi masalah ini, para peneliti telah mengeksplorasi p...

Marine Debris: Isu Pencemaran Global, Dampak dan Solusinya

 Marine Debris : Bahaya dan Solusi Ditulis Oleh     : Wisnu Aditya Program Studi Ilmu Kelautan, Universitas Bengkulu    Pendahuluan      Wilayah pesisir merupakan wilayah yang berada di antara daratan dan laut. Wilayah ini memiliki kekayaan alam yang melimpah, seperti sumber daya ikan, terumbu karang, dan pantai yang indah. Namun, wilayah pesisir juga memiliki tantangan yang besar, seperti erosi pantai, banjir, dan pencemaran laut. Oleh karena itu, pengelolaan wilayah pesisir menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan hidup masyarakat yang tinggal di wilayah tersebut dan menjaga kelestarian alam. Undang-Undang No. 27 Tahun 2007 tentang Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil menjadi landasan hukum dalam pengelolaan wilayah pesisir di Indonesia. Selain itu, penelitian-penelitian juga dilakukan untuk memahami berbagai masalah yang terkait dengan wilayah pesisir, seperti stunting pada balita, kesehatan lingkungan, dan status gizi ...

Pencemaran Mikroplastik : Sumber, Dampak, dan Pencegahan

Artikel ini ditulis oleh Wisnu Aditya Mahasiswa Ilmu Kelautan Universitas Bengkulu Pendahuluan        Dewasa ini, laut dipenuhi sampah. Sebagian besar berupa plastik, logam, karet, kertas, tekstil, peralatan tangkap, kapal, dan barang-barang lainnya yang hilang atau dibuang dan memasuki lingkungan laut setiap hari menjadi sampah laut atau biasa disebut marine debris. Salah satu sampah laut yang banyak menjadi masalah adalah sampah plastik karena proses degradasinya membutuhkan waktu yang lama. Indonesia saat ini menjadi negara terbesar ke-2 di dunia yang membuang sampah plastik ke lautan (Ayuningtyas et al ., 2019).         Mikroplastik berdasarkan proses pembentukannya dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu primer dan sekunder. Mikroplastik primer adalah plastik yang memang memiliki ukuran mikro dan biasanya ditemukan dalam pembersih dan produk kosmetik. Mikroplastik sekunder adalah yang terbentuk dari plastik yang sudah ada di lingkungan dan...